Kontestasi Rektor USN Kolaka Menguat, Prof. Rosnawintang Resmi Mendaftar

Kontestasi Rektor USN Kolaka Menguat, Prof. Rosnawintang Resmi Mendaftar

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Kolaka — Kontestasi pemilihan Rektor di Universitas Sembilanbelas November Kolaka untuk periode 2026–2030 kian menunjukkan dinamika yang semakin kompetitif.

Proses yang sebelumnya kerap dipandang sebagai agenda rutin akademik kini berkembang menjadi arena pertarungan gagasan, visi kepemimpinan, serta arah strategis institusi.

Salah satu figur yang menyita perhatian adalah Rosnawintang, Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Halu Oleo, yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor.

Kehadirannya dalam bursa pencalonan dinilai sebagai langkah signifikan. Sejumlah kalangan bahkan menyebutnya sebagai “turun gunung”-nya akademisi senior untuk mendorong perubahan di tubuh USN Kolaka.

Kontestasi Bukan Sekadar Formalitas

Dengan bertambahnya kandidat, pemilihan rektor kali ini tidak lagi dipandang sekadar proses administratif, melainkan momentum penting dalam menentukan arah masa depan kampus.

Kontestasi Rektor USN Kolaka Menguat, Prof. Rosnawintang Resmi Mendaftar
Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Halu Oleo, Prof Rosnawintang, SE., M. SI resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor

Dalam prosesi pendaftaran yang berlangsung resmi, Rosnawintang menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya bersifat manajerial, tetapi juga visioner dan solutif.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading. Ia harus hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada dampak nyata dan relevansi sosial.

Rekam Jejak dan Visi Ekonomi Kerakyatan

Sebagai akademisi di bidang ekonomi, Rosnawintang dikenal memiliki perhatian pada sektor perbankan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi daerah.

Sejak dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Januari 2023, ia aktif mendorong integrasi antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat. Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.