“Kampus harus menjadi pusat inovasi yang berdampak langsung. Tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi,” tegasnya.
Pendekatan tersebut dinilai sebagai alternatif progresif di tengah tuntutan peningkatan daya saing perguruan tinggi.
Panitia Tekankan Proses Berkualitas
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Irajuana Haidar, menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah kandidat berkualitas merupakan indikator positif bagi proses demokrasi di lingkungan kampus.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa proses seleksi harus berjalan objektif, transparan, dan menghasilkan pemimpin terbaik.
“Semakin banyak kandidat berkualitas, maka ekspektasi publik juga semakin tinggi. Yang terpenting adalah memastikan proses ini berjalan transparan dan menghasilkan pemimpin yang tepat,” ujarnya.
Momentum Penentuan Arah Kampus
Kontestasi ini menjadi titik krusial bagi sivitas akademika. Keputusan yang diambil tidak hanya menentukan figur pemimpin, tetapi juga arah transformasi institusi ke depan.
Apakah kampus akan mempertahankan pola lama, atau berani melakukan lompatan menuju tata kelola yang lebih inovatif dan adaptif, menjadi pertanyaan yang kini mengemuka.
Kehadiran Rosnawintang mempertegas bahwa perubahan bukan lagi sekadar wacana, melainkan opsi nyata yang tersedia.










