Terkini, Kendari — Peringatan Hari Kartini selalu menghadirkan kembali nama Raden Ajeng Kartini. Namun bagi Prof. Dr. Rosnawintang, S.E., M.Si, Kartini bukan sekadar cerita masa lalu.
Ia adalah semangat yang hidup yang hari ini tumbuh dalam keberanian perempuan untuk mengambil peran dan melampaui batas.
Di ruang-ruang kampus, tempat Prof Nana mengabdikan diri sebagai pendidik, semangat itu terasa nyata.
Bakal Calon Rektor Universitas Sembilanbelas Negeri (USN) Kolaka ini melihat sendiri bagaimana perempuan kini tidak lagi ragu untuk tampil berdiskusi, memimpin, hingga mengambil keputusan penting.
“Sekarang ini bukan lagi soal emansipasi. Perempuan sudah sadar bahwa mereka harus mengambil peran,” ujarnya saat ditemui Kendari Terkini.
Baginya, perubahan itu tidak datang begitu saja. Ia lahir dari kesadaran yang tumbuh dari dalam diri perempuan itu sendiri kesadaran untuk hadir, berkontribusi, dan menjadi bagian dari perubahan.
Potensi Besar yang Tak Boleh Terabaikan
Di balik optimisme itu, Prof. Rosnawintang juga melihat tantangan besar. Jumlah perempuan yang begitu besar, menurutnya, adalah kekuatan luar biasa, namun bisa menjadi sia-sia jika tidak diarahkan dengan baik.

“Kalau tidak diarahkan ke hal produktif, semangat Kartini itu bisa saja hilang,” tutur mantan Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Haluoelo Kendari tersebut.
Namun ia juga melihat harapan. Banyak perempuan hari ini yang terus membenahi diri meningkatkan pendidikan, aktif dalam organisasi, dan berani mengambil peran di berbagai bidang.
Di lingkungan kampus, Ketua/Koordinator Prodi Magister Ilmu Ekonomi periode 2017–2024 ini menyaksikan langsung bagaimana perempuan tampil dengan karakter kuat: disiplin, kreatif, dan tegas.










