Refleksi Hari Kartini: Prof. Rosnawintang Tekankan Perempuan Harus Berani Ambil Peran

Refleksi Hari Kartini: Prof. Rosnawintang Tekankan Perempuan Harus Berani Ambil Peran

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Dari kegagalan, seseorang belajar mengenali dirinya memahami batas, memperbaiki kekurangan, dan bangkit dengan kekuatan baru.

Jangan Takut Melangkah

Di momen Hari Kartini, perempuan kelahiran Kalumpang Bulukumba Sulawesi Selatan ini berpesan sederhana namun kuat: jangan jadikan gender sebagai batas.

Refleksi Hari Kartini: Prof. Rosnawintang Tekankan Perempuan Harus Berani Ambil Peran

“Anggap itu anugerah, bukan penghalang. Selama ada ruang, perempuan harus berani mencoba,” pesannya penuh semangat.

Di tengah masih adanya pandangan yang meremehkan perempuan, ia memilih untuk tidak terjebak dalam narasi tersebut. Baginya, jawaban terbaik bukanlah perdebatan, melainkan karya nyata.

“Tidak perlu fokus pada yang merendahkan. Tunjukkan saja kemampuan kita. Saling dukung, saling membimbing, dan terus maju,” tutupnya.

Kartini yang Hidup Hari Ini

Pada akhirnya, refleksi ini ia menegaskan bahwa perempuan masa kini tidak lagi sekadar memperjuangkan kesetaraan, tetapi telah berada pada tahap kesadaran untuk mengambil peran aktif dalam berbagai bidang.

Refleksi Hari Kartini: Prof. Rosnawintang Tekankan Perempuan Harus Berani Ambil Peran

Kompetensi, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus berkembang menjadi kunci utama. Perempuan tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak perubahan.

Di tangan perempuan seperti Prof. Rosnawintang, semangat Raden Ajeng Kartini tidak hanya dikenang setiap 21 April.

Ia hidup dalam tindakan dalam keberanian untuk melangkah, dalam ketegasan untuk bertahan, dan dalam keyakinan untuk terus maju. Perempuan tidak harus menunggu kesempatan.