Dari kegagalan, seseorang belajar mengenali dirinya memahami batas, memperbaiki kekurangan, dan bangkit dengan kekuatan baru.
Jangan Takut Melangkah
Di momen Hari Kartini, perempuan kelahiran Kalumpang Bulukumba Sulawesi Selatan ini berpesan sederhana namun kuat: jangan jadikan gender sebagai batas.

“Anggap itu anugerah, bukan penghalang. Selama ada ruang, perempuan harus berani mencoba,” pesannya penuh semangat.
Di tengah masih adanya pandangan yang meremehkan perempuan, ia memilih untuk tidak terjebak dalam narasi tersebut. Baginya, jawaban terbaik bukanlah perdebatan, melainkan karya nyata.
“Tidak perlu fokus pada yang merendahkan. Tunjukkan saja kemampuan kita. Saling dukung, saling membimbing, dan terus maju,” tutupnya.
Kartini yang Hidup Hari Ini
Pada akhirnya, refleksi ini ia menegaskan bahwa perempuan masa kini tidak lagi sekadar memperjuangkan kesetaraan, tetapi telah berada pada tahap kesadaran untuk mengambil peran aktif dalam berbagai bidang.

Kompetensi, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus berkembang menjadi kunci utama. Perempuan tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, tetapi sebagai penggerak perubahan.
Di tangan perempuan seperti Prof. Rosnawintang, semangat Raden Ajeng Kartini tidak hanya dikenang setiap 21 April.
Ia hidup dalam tindakan dalam keberanian untuk melangkah, dalam ketegasan untuk bertahan, dan dalam keyakinan untuk terus maju. Perempuan tidak harus menunggu kesempatan.










