Terkini, Buton — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kepulauan Buton.
Melalui program edukasi yang dilaksanakan selama empat hari, 6–9 April 2026, OJK menjangkau sejumlah wilayah, antara lain Desa Lasiwa di Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Buton Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh 428 peserta yang terdiri dari masyarakat desa, pelajar, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, hingga tokoh masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan, risiko keuangan, serta memperluas akses terhadap layanan jasa keuangan yang aman dan diawasi.
Deputi Kepala OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan, menyampaikan bahwa edukasi keuangan diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
“Edukasi ini penting agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar kepada kendari.terkini.id, Sabtu 11 April 2026.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan di wilayah pedesaan, seperti keterbatasan akses informasi, rendahnya perencanaan keuangan, serta maraknya pinjaman online ilegal dan penipuan investasi.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari pemerintah daerah di masing-masing wilayah.
Pemerintah daerah mengapresiasi langkah OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta mengimbau warga agar lebih waspada terhadap investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Dalam sesi diskusi, masyarakat aktif mengajukan pertanyaan terkait risiko penyalahgunaan data pribadi, mekanisme pengaduan, hingga penanganan investasi ilegal.










