Forum BIJAK OJK Sultra: Media Diajak Perangi Investasi Ilegal dan Edukasi Masyarakat

Forum BIJAK OJK Sultra: Media Diajak Perangi Investasi Ilegal dan Edukasi Masyarakat

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Kendari — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara kembali memperkuat kolaborasi dengan insan pers melalui forum Bincang Jasa Keuangan (BIJAK).

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyampaikan perkembangan sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal di daerah.

Forum yang digelar di Learning Center OJK Sulawesi Tenggara, di Kendari, Kamis (5/3/2026), dihadiri 64 peserta. Mereka terdiri dari 17 anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Sulawesi Tenggara dan 47 perwakilan media dari berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung pengawasan sektor jasa keuangan.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, terutama terkait potensi risiko investasi ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan.

“Media merupakan mitra penting dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Dengan pemberitaan yang edukatif dan akurat, masyarakat dapat lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi atau layanan keuangan yang tidak berizin,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, OJK juga memaparkan kondisi terkini sektor jasa keuangan di Sulawesi Tenggara yang tetap terjaga stabil dan menunjukkan kinerja positif.

Selain itu, OJK menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, aparat penegak hukum, dan media untuk mempersempit ruang gerak pelaku aktivitas keuangan ilegal.

Melalui kegiatan BIJAK, OJK berharap sinergi dengan media dapat terus diperkuat sehingga informasi terkait sektor jasa keuangan dapat tersampaikan secara luas, cepat, dan terpercaya kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta melindungi masyarakat dari berbagai modus penipuan keuangan yang kian beragam.