28 Oktober 2021
Saya mengambil sudut pandang yang berbeda lagi dengan mengumpulkan data dan hasil pantauan saya yang berkaitan dengan upaya pembungkaman dan teror yang diduga kerap dilakukan oleh PT MD dan AT.
Lalu setelah data terkumpul berita saya terbit dengan judul "Rekam Jejak Upaya Pembungkaman dan Teror yang Diduga Kerap Dilakukan PT MD dan AT."
Pasca berita tersebut salah satu oknum aktivis di Kendari meminta bertemu untuk meminta saya berhenti memberitakan PT. MD dan AT.
Selang beberapa waktu salah satu Ketua Ormas lokal menelpon dengan tekanan untuk meminta bertemu dan membahas sesuatu hal yang sifatnya penting.
Kisaran pukul 8 malam saya masuk kembali di Kota Kendari. Setelah sebelumnya mengamankan diri di luar Kota Kendari.
Kisaran pukul 3 pagi, saya bangun dan hendak keluar mencari makan dan pulang ke rumah. Namun belum sampai di tujuan, saya tiba-tiba dipalang oleh Orang Tak Dikenal di perempatan Pasar Baru. Pas depan Toko Kredit Simpatik bypass.
Tidak sampai di situ saja OTK yang menggunakan mobil minibus Toyota Rush berwarna silver keabu-abuan mengikuti hingga di Perempatan Wua-wua. Namun mereka tidak berhasil mengikuti saya, saya mengecoh mereka dengan masuk di lorong-lorong kecil di Kelurahan Anaiwoi.
28 sampai dengan 3 November 2021
Terkait peristiwa tersebut saya didampingi Kantor Hukum Dr. Arifai dan beberapa pengurus AJI Kendari mengadukan dugaan Tindak Pidana Pengancaman pada Ditreskrimum Polda Sultra.









