Terkini, Kendari – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong peningkatan kompetensi konselor HIV melalui Pelatihan Konseling HIV/AIDS yang diselenggarakan Lembaga Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Insan Citra Profesi Indonesia (ICPI) di Kendari, Senin (20/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung hingga 26 Juli 2026 tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. Rosmawati Rasyid, SKM, M.Kes, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. Andi Edy Surahmat.
Dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan yang dibacakan dr. Rosmawati Rasyid, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi kepada ICPI atas komitmennya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan pelatihan konseling HIV/AIDS.

"Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Insan Citra Profesi Indonesia (ICPI) yang telah mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan pelatihan ini," demikian kutipan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, HIV masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius.
Keberhasilan program pengendalian HIV tidak hanya ditentukan oleh tersedianya layanan medis, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan secara profesional, menjaga kerahasiaan pasien, serta mengedepankan empati dalam setiap proses konseling.
Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan transformasi sistem kesehatan dengan memperkuat pelayanan primer sebagai ujung tombak pencegahan penyakit.
Karena itu, tenaga kesehatan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan klinis, tetapi juga keterampilan komunikasi, edukasi, dan pendampingan kepada pasien.
"Konseling HIV bukan sekadar menyampaikan hasil pemeriksaan atau memberikan edukasi. Konseling adalah seni membangun kepercayaan, memulihkan harapan, menghilangkan rasa takut, dan mendorong pasien menjalani pengobatan secara berkelanjutan," lanjutnya.
Ia menegaskan, kualitas komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi konseling merupakan kebutuhan strategis dalam memperkuat sistem pelayanan HIV.










