Perkuat Ekosistem Literasi, Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kendari Gelar Bimtek bagi Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi

Perkuat Ekosistem Literasi, Dinas Perpustakaan & Kearsipan Kendari Gelar Bimtek bagi Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, MakassarDinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi pada 21–23 Juli 2026 di Gedung Layanan Perpustakaan Kota Kendari.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun Anggaran 2026 ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem literasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan informasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rukmana, S.Sos., M.M, mengatakan bahwa literasi informasi merupakan kompetensi yang semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan arus informasi yang terus meningkat.

Menurutnya, kemampuan memilah, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara benar menjadi bekal utama bagi pustakawan, guru, maupun pegiat literasi dalam mendampingi masyarakat menghadapi tantangan era digital.

"Literasi informasi bukan sekadar kemampuan mencari informasi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menilai, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara kritis, etis, dan efektif. Karena itu, melalui bimtek ini kami ingin memperkuat kapasitas para pustakawan, guru, dan pegiat literasi agar menjadi penggerak budaya literasi di Kota Kendari," ujar Rukmana.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, pustakawan, akademisi, dan komunitas literasi dalam membangun budaya baca yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Minat Baca, Arniaty Daeng Kanang, menjelaskan bahwa bimtek dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pelayanan perpustakaan maupun kegiatan literasi di masyarakat.

"Melalui kegiatan ini peserta akan mempelajari konsep dasar literasi informasi, teknik penelusuran informasi, analisis dan evaluasi sumber informasi hingga penyajian informasi kepada masyarakat," bebernya.

"Harapannya, seluruh peserta mampu menerapkan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan pengembangan budaya literasi di daerah,"lanjut Arniaty.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Bimtek dilakukan secara tatap muka dengan target sedikitnya 150 peserta yang dibagi dalam beberapa sesi.