Namun, tingkat kemiskinan masih berada pada angka 10,14 persen, meskipun menurun dari 10,63 persen pada 2024. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,26 persen.
Indikator makro lainnya juga menunjukkan tren positif. Gini Ratio September 2025 tercatat 0,357, membaik dari 0,363 pada Maret 2025. Tingkat pengangguran terbuka Februari 2026 sebesar 3,33 persen dan termasuk yang terendah secara nasional.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 74,25 atau masuk kategori tinggi, meningkat dari 73,62 pada tahun sebelumnya.
Menghadapi 2027, Andi Sumangerukka menyoroti tantangan fiskal daerah, terutama ketergantungan terhadap transfer pusat, tingginya belanja operasional, serta beban pemeliharaan aset daerah.
“Pengelolaan anggaran harus lebih efektif dan efisien. Belanja, khususnya operasional, harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Musrenbang ini diharapkan menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan prioritas nasional, sekaligus memperkuat komitmen bersama mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.










