Dinilai Strategis, Sulawesi Tenggara Dipilih Jadi Markas Skadron Tempur TNI AU

Dinilai Strategis, Sulawesi Tenggara Dipilih Jadi Markas Skadron Tempur TNI AU

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mempercepat pembangunan skadron pesawat tempur baru di Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari strategi penguatan pertahanan udara nasional di wilayah Indonesia Timur.

Langkah tersebut ditandai dengan penyiapan Lanud Haluoleo sebagai pangkalan utama yang akan mendukung operasional pesawat tempur berteknologi modern.

Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, Tedi Rizalihadi, sebelumnya melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan infrastruktur pangkalan, termasuk landasan pacu (runway) dan apron, guna memastikan kelayakan operasional pesawat tempur generasi baru.

Kepala Staf Angkatan Udara, M. Tonny Harjono, menegaskan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki posisi strategis dalam peta pertahanan nasional.

“Wilayah Sultra sangat strategis bagi Angkatan Udara, sebagai gerbang menuju Indonesia Timur,” ujarnya.

Selain pembangunan skadron tempur, TNI AU juga akan memperkuat Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) serta meningkatkan jumlah personel guna mendukung operasional satuan baru tersebut.

Kasau juga menegaskan komitmen untuk memberikan prioritas kepada putra-putri daerah Sulawesi Tenggara dalam rekrutmen prajurit TNI AU, sehingga dapat berkontribusi langsung bagi daerah asal.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyampaikan dukungan terhadap rencana tersebut.

Ia berharap pengembangan pangkalan udara ini dapat berjalan seiring dengan peningkatan status Lanud Haluoleo menjadi bandara internasional.

“Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuka akses Sultra ke dunia luar, baik dari sisi pertahanan maupun konektivitas global,” ujarnya.

Kolaborasi antara TNI AU dan pemerintah daerah diharapkan tidak hanya memperkuat kedaulatan udara nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan aksesibilitas wilayah Sulawesi Tenggara.