Terkini, Kendari — Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dianugerahi gelar adat suku Tolaki “Lariwu Wuanggiha Lasawonua”, yang bermakna pemimpin yang didengar perintahnya di negeri Wonua.
Penganugerahan berlangsung khidmat di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Minggu 26 April 2026.
Prosesi adat yang sarat nilai sakral tersebut dipimpin oleh Dewan Sara dan Peradilan Adat Tolaki Kalosara.
Penyerahan piagam gelar adat dilakukan langsung oleh Mokole Raja Konawe ke-34 sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki, Lukman Abunawas.
Dalam sambutannya, Lukman Abunawas menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat adat Tolaki kepada pemimpin daerah, sekaligus amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya.
“Gelar adat ini bukan sekadar simbol, tetapi amanah untuk senantiasa menjunjung tinggi kehormatan, menjaga kearifan lokal, serta menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat adat Tolaki.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai budaya serta memperkuat harmoni sosial di daerah.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengabdi dengan penuh tanggung jawab, serta memastikan pembangunan daerah tetap berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” kata Andi Sumangerukka.
Pada kesempatan yang sama, penganugerahan gelar adat juga diberikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU), M. Tonny Haryono, dengan gelar “Tumonda Meotalinga Bundu” yang bermakna panglima penguasa angkatan udara.
Penganugerahan gelar adat ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tenggara dalam balutan Harmoni Sultra.
Momentum ini sekaligus memperkuat identitas daerah melalui pelestarian adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal.










