Terkini, Kendari — Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui sistem pendidikan dan program beasiswa yang terarah, berbasis kebutuhan daerah, serta terintegrasi dengan pengembangan karier dan pelayanan publik.
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Program Beasiswa S2 LPDP-GEM-Central South University (CSU) Tiongkok yang digelar di Aula Kantor Wilayah DJPb Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/5/2026).
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menekankan bahwa program pendidikan dan beasiswa tidak boleh lagi berjalan tanpa arah maupun tanpa pemetaan kebutuhan daerah.
Menurutnya, setiap penerima beasiswa harus memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
“Saya datang ke sini karena saya ingin tahu apa programnya dan apa hasilnya ke depan. Jangan sampai pendidikan hanya sekadar menjalankan program, tetapi tidak mencapai sasaran dan tujuan,” ujar Andi Sumangerukka.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat sekitar 300 penerima beasiswa asal Sulawesi Tenggara yang pernah menempuh pendidikan melalui berbagai program. Namun, kompetensi dan keberadaan mereka dinilai belum terdata dan terpetakan secara optimal.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berencana melakukan penataan dan pendataan ulang terhadap SDM penerima beasiswa agar kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pembangunan daerah dan pelayanan masyarakat.
“Kita ingin mengakhiri ketidakpastian itu. Orang-orang yang mempunyai kemampuan harus ditempatkan sesuai bidangnya,” katanya.
Menurut Andi Sumangerukka, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
“Sumber daya manusia itu yang paling utama ketimbang sumber daya alam. Apa artinya sumber daya alam kalau tidak mampu kita kelola,” tegasnya.










