Terkini, Kolaka — Kabupaten Kolaka meraih penghargaan sebagai terbaik pertama dalam percepatan penurunan stunting tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kepada Bupati Kolaka H. Amri dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Sutan Raja Kolaka, Selasa 5 Mei 2026.
Kolaka berhasil melampaui Kabupaten Konawe yang menempati posisi kedua serta Kota Baubau di posisi ketiga.
Capaian ini menegaskan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam menekan angka stunting melalui kerja kolaboratif lintas sektor.
Bupati Kolaka H. Amri menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah desa.
“Ini hasil kerja lintas sektor. Mulai dari OPD, puskesmas, kader posyandu, sampai desa. Semua turun tangan,” ujar Amri.
Upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui sejumlah strategi, di antaranya pendekatan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah balita berisiko, pemberian intervensi gizi spesifik melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta edukasi pola asuh keluarga.
Selain itu, program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di tingkat desa turut menjadi faktor kunci keberhasilan.
Pemerintah daerah juga mengoptimalkan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama dalam pemenuhan gizi dan peningkatan sanitasi.
Pemutakhiran data sasaran secara berkala dilakukan guna memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan efektif.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka mengapresiasi capaian tersebut dan menekankan pentingnya komitmen kepala daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Kalau semua daerah bergerak seperti Kolaka, Konawe, dan Baubau, target Sulawesi Tenggara bebas stunting dapat dicapai lebih cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan kinerja dalam percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan," tandasnya.










