Terkini, Kendari — Ekonom Sulawesi Tenggara, Dr. Syamsir Nur, S.E., M.Si menilai tagline “Harmoni” yang diusung pemerintah daerah dalam momentum HUT ke-62 Sultra memiliki relevansi kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (UHO), arah pembangunan ekonomi tidak cukup hanya berfokus pada pertumbuhan angka semata, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Harapannya, kondisi Sulawesi Tenggara dari perspektif ekonomi dapat terus tumbuh secara positif dan semakin inklusif. Pertumbuhan itu tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar saat ditemui Kendari Terkini, Jumat 24 April 2026.
Ia menjelaskan, optimisme tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah yang menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama.
Langkah ini dinilai penting untuk memperlancar distribusi komoditas dari daerah penghasil ke sentra pasar, sekaligus mengurangi ketimpangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Wilayah kepulauan masih menghadapi tantangan pada indikator kesejahteraan, terutama kemiskinan dan akses infrastruktur. Ini yang harus terus menjadi perhatian,” kata Syamsir Nur.
Lebih lanjut, Syamsir menyebut Sulawesi Tenggara sebagai miniatur Nusantara dengan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari sisi etnis, pekerjaan, maupun sektor ekonomi.
Ia menilai keberagaman tersebut merupakan modal sosial yang besar jika dikelola secara tepat.
“Tagline ‘Harmoni’ bukan sekadar slogan, tetapi memiliki makna strategis. Keberagaman ini bisa menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang lebih inklusif,” jelasnya.
Selain itu, momentum pembangunan saat ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik.










