Terkini, Makassar – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangarukka menyampaikan pidato inspiratif tentang pengabdian, kepemimpinan, serta pentingnya kerja keras dalam memutus rantai kemiskinan dalam sebuah pertemuan yang dihadiri sejumlah gubernur dan tokoh nasional di Makassar.
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa bekerja untuk rakyat harus menjadi pegangan utama setiap pemimpin, sebagaimana arahan Presiden kepada seluruh kepala daerah dan pejabat negara.
“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden menjadi pegangan bagi saya dalam bekerja dan mengabdi. Kita bekerja untuk rakyat dan tidak boleh menyerah dalam keadaan apa pun,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dijemput dengan kerja keras, keberanian, dan kerja sama.
Pengabdian karena Orang Tua dan Masyarakat
Dalam pidatonya, Gubernur Sulawesi Tenggara juga menceritakan alasan dirinya memilih kembali mengabdi kepada masyarakat dan daerah. Salah satu alasan terbesarnya adalah karena ingin membalas kebaikan masyarakat kepada orang tuanya di masa lalu.

Ia menceritakan bahwa orang tuanya pernah bertugas sebagai camat di daerah terpencil selama lebih dari tiga tahun. Meski hidup dalam keterbatasan, masyarakat setempat sangat membantu keluarga mereka.
“Kebaikan masyarakat di daerah itu tidak pernah saya lupakan. Karena itu hari ini saya ingin membalas kebaikan mereka dan melanjutkan pengabdian,” katanya.
Menurutnya, warisan terbesar orang tua bukanlah harta, melainkan nama baik dan pengabdian kepada masyarakat.










