Ulang Tahun Andi Sumangerukka: Dari Perahu Layar Wawonii Menuju Pengabdian untuk Sultra

Ulang Tahun Andi Sumangerukka: Dari Perahu Layar Wawonii Menuju Pengabdian untuk Sultra

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Kendari — Ulang tahun bagi sebagian orang identik dengan perayaan dan ucapan selamat. Namun bagi Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, momentum tersebut justru menjadi ruang refleksi tentang perjalanan hidup dan pengabdian untuk masyarakat.

Melalui unggahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, kisah masa kecil Andi Sumangerukka di Pulau Wawonii kembali dikenang.

Pulau kecil yang dikelilingi laut itu menjadi tempat ia belajar tentang kehidupan, keteguhan, dan nilai-nilai kejujuran sejak usia dini.

Di sana, kehidupan masyarakat yang sederhana menempa karakter kepemimpinan yang kuat. Laut, perahu layar, dan kehidupan nelayan menjadi bagian dari memori yang membentuk cara pandangnya terhadap perjuangan dan tanggung jawab.

Filosofi “kepala ikan” yang kerap ia ceritakan juga lahir dari pengalaman masa kecil tersebut.

Bagi Andi Sumangerukka, kepala ikan memiliki makna simbolik tentang kepemimpinan, bagian yang harus berada di depan, menanggung arah perjalanan, sekaligus memastikan seluruh tubuh bergerak dengan tujuan yang jelas.

Ulang Tahun Andi Sumangerukka: Dari Perahu Layar Wawonii Menuju Pengabdian untuk Sultra
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka merayakan ulang tahun hari ini, Rabu 11 Maret 2026

Nilai itu pula yang ia pegang dalam menjalankan amanah sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara.

Di tengah berbagai fasilitas yang melekat pada jabatan, Andi Sumangerukka memilih menekankan kesederhanaan dan komitmen kerja untuk masyarakat.

Baginya, jabatan bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab besar untuk membawa perubahan bagi daerah.

Momentum ulang tahun ini pun menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup seorang pemimpin tidak lepas dari akar tempat ia tumbuh.

Dari Pulau Wawonii yang sederhana, hingga kini memimpin Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka terus membawa nilai yang sama: bekerja dengan integritas, melayani dengan hati, dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai arah utama perjalanan.

Bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, kisah ini bukan sekadar cerita ulang tahun seorang pemimpin. Ia menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang kuat sering kali lahir dari perjalanan hidup yang sederhana, namun penuh makna.