Terkini, Makassar – Di hadapan ratusan peserta Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Ballroom Claro Hotel Makassar, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka berbicara bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai seorang anak daerah yang tumbuh dari nilai kebersamaan dan pengabdian.
Forum yang mempertemukan pengusaha, tokoh masyarakat, dan pemerintah itu menjadi panggung bagi Andi Sumangerukka untuk menjelaskan alasan utamanya maju sebagai gubernur.
Bukan soal kekuasaan, bukan pula soal jabatan, melainkan tentang pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Menurutnya, kepemimpinan harus dimulai dari diri sendiri. Ia menyampaikan filosofi yang selalu dipegangnya dalam memimpin pemerintahan.
“Jangan pernah bertanya apa yang kau dapatkan dari negara, tapi apa yang kau berikan untuk negara,"ujar mantan Pangdam Hasanuddin tersebut.
Ia juga mengibaratkan kepemimpinan seperti sebuah tubuh, di mana kepala harus baik terlebih dahulu agar seluruh badan bisa berjalan dengan baik.
"Filosofi itu menjadi prinsip yang ia pegang dalam menjalankan pemerintahan di Sulawesi Tenggara," bebernya.
Belajar Kepemimpinan dari Pulau Wawonii
Andi Sumangerukka menceritakan bahwa nilai kepemimpinan dan pengabdiannya terbentuk sejak kecil saat tinggal di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara.
Di sana, ia melihat langsung bagaimana masyarakat hidup dengan semangat gotong royong dan saling membantu meskipun dalam keterbatasan.

Pengalaman masa kecil itu membentuk cara pandangnya tentang kepemimpinan, bahwa jabatan adalah amanah yang harus dibalas dengan kerja nyata untuk masyarakat.










