"Berharap Bimtek Literasi Informasi mampu melahirkan penggerak-penggerak literasi yang dapat menularkan semangat membaca, belajar, berpikir kritis, serta menyebarkan informasi yang benar di lingkungan masing-masing," sambung Walikota yang berlatar belakang Dokter tersebut.
Tingkatkan Kompetensi Pustakawan dan Guru
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rukmana, mengatakan Bimtek Literasi Informasi merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan kapasitas para pengelola literasi.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tersebut penting agar pustakawan, guru, dan pegiat literasi mampu menjadi fasilitator pembelajaran sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas profesi dalam membangun ekosistem literasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi," ujar Rukmana dalam sambutannya.
Sebagaimana diketahui,tema kegiatan ini adalah "Literasi Kuat, Masyarakat Cerdas, Kendari Semakin Maju", peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar literasi informasi, identifikasi kebutuhan informasi, teknik penelusuran informasi, pemanfaatan berbagai sumber informasi, analisis dan sintesis informasi, evaluasi informasi, hingga teknik penyajian informasi.
"Melalui kegiatan ini peserta diharapkan semakin mampu memilah informasi yang valid, mencegah penyebaran hoaks, serta menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat kepada masyarakat," tuturnya.

"Melalui Bimtek Literasi Informasi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari berharap lahir pustakawan, guru, dan pegiat literasi yang semakin kompeten dalam mengelola informasi secara akurat, memperkuat budaya membaca, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi, publikasi, dan promosi potensi daerah,"lanjut Rukmana.
Perpustakaan Menjadi Pusat Belajar Masyarakat
Pemerintah Kota Kendari memandang penguatan budaya literasi sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang cerdas, adaptif, dan memiliki daya saing.
Melalui peningkatan kapasitas pustakawan, guru, dan pegiat literasi, perpustakaan diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang belajar yang aktif, inklusif, sekaligus menjadi pusat pembelajaran masyarakat sepanjang hayat.
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Kendari optimistis budaya literasi akan semakin mengakar dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Kendari yang maju, berdaya saing, dan berbasis pengetahuan.










