Terkini, Kendari — Puluhan delegasi peserta United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 melakukan penanaman pohon di kawasan Kebun Raya Kendari, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi antar kota di kawasan Asia Pasifik dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Penanaman pohon berlangsung di tengah hujan yang mengguyur kawasan Kebun Raya Kendari. Meski cuaca kurang bersahabat, para delegasi dari berbagai negara tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan bersama jajaran pemerintah daerah dan tamu undangan.
Dengan mengenakan payung, para peserta secara bergantian menanam berbagai bibit pohon lokal khas Sulawesi Tenggara, seperti kayu eboni, ruruhi, kayu langsat, hingga lobe-lobe di area konservasi Kebun Raya Kendari.
Kegiatan diawali dengan penandatanganan prasasti pembangunan Tugu UCLG ASPAC oleh Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, dan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Usai penandatanganan, Wali Kota Kendari menyerahkan bibit pohon kepada Sekjen UCLG ASPAC dan Wakil Gubernur Sultra sebagai tanda dimulainya gerakan penghijauan bersama yang menjadi bagian dari agenda internasional tersebut.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan penanaman pohon itu merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap isu perubahan iklim yang kini menjadi tantangan global bagi seluruh kota di dunia.
“Sebagai tuan rumah kegiatan internasional ini, Kota Kendari berkomitmen untuk terus memajukan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan,” ujar Siska dalam sambutannya.
Menurutnya, Kebun Raya Kendari merupakan salah satu aset penting daerah yang memiliki fungsi strategis sebagai pusat konservasi keanekaragaman hayati sekaligus ruang terbuka hijau yang memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para delegasi internasional yang terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan tersebut.










