Terkini, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mempercepat digitalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan fiskal di tengah berkurangnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat pada 2026.
Transformasi tata kelola aset tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan aset sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Penguatan Sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah se-Provinsi Sulawesi Tenggara bertajuk "Asistensi Penatausahaan Barang Milik Daerah dalam Rangka Optimalisasi Digitalisasi Pelaporan Barang Milik Daerah" yang digelar di Hotel Claro Kendari, Jumat (17/7/2026).
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sultra yang juga Asisten Administrasi, Rony Yakob, mengatakan pemerintah daerah harus mampu beradaptasi dengan tantangan fiskal tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik maupun pembangunan.
Menurutnya, meski pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada 2026 masih berada di atas 5,65 persen, keterbatasan ruang fiskal menuntut pemerintah mengambil langkah yang lebih efektif dalam mengelola sumber daya daerah.
"Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah harus bergerak lebih lincah dan kreatif. Digitalisasi pengelolaan aset menjadi salah satu strategi penting agar aset daerah tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi daerah," ujar Rony.
Ia menjelaskan, Pemprov Sultra telah menyiapkan tiga strategi utama untuk menjaga stabilitas keuangan daerah.
Pertama, melakukan rasionalisasi dan efisiensi belanja nonprioritas agar anggaran lebih difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kedua, memperkuat Pendapatan Asli Daerah melalui intensifikasi dan perluasan basis pajak serta retribusi berbasis pengawasan digital.
Ketiga, mempercepat transformasi tata kelola Barang Milik Daerah melalui digitalisasi penatausahaan aset sehingga aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara lebih produktif dan memberikan nilai tambah ekonomi.










