Shintya juga memberikan motivasi kepada para siswa dengan mengibaratkan buku sebagai jendela dunia yang mampu membawa pembacanya menjelajahi berbagai pengetahuan dan pengalaman baru.
“Setiap buku yang kalian baca adalah sebuah perjalanan. Setiap halaman yang kalian buka adalah petualangan baru. Orang-orang hebat yang mengubah dunia memulai langkahnya dari kebiasaan sederhana, yaitu membaca buku,” tuturnya.

Ia turut mengapresiasi SDN 66 Kendari yang telah menjadi bagian dari gerakan literasi tersebut dan berharap program GEMA MOBASA dapat terus berkembang menjadi budaya yang mengakar di lingkungan sekolah.
“Program GEMA MOBASA merupakan investasi terbaik bagi generasi penerus bangsa. Saya berharap program ini terus berkembang dan menjadi budaya yang mengakar kuat di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Selain mendorong peran sekolah, Bunda Literasi Kota Kendari juga mengajak para orang tua untuk berpartisipasi aktif membangun budaya literasi di rumah melalui kebiasaan membaca bersama anak dan menyediakan bahan bacaan yang mudah diakses.
Menurutnya, literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pendidikan anak.
Sebagai Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program peningkatan literasi di seluruh wilayah Kota Kendari.
“Saya yakin Kota Kendari yang cerdas dimulai dari anak-anak yang gemar membaca. Mari kita wujudkan bersama, mulai dari sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar kita,” pungkasnya.
Melalui GEMA MOBASA, Pemerintah Kota Kendari berharap terbangun sinergi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu melahirkan generasi yang literat, cerdas, dan berkarakter.
“Saya yakin Kota Kendari yang cerdas dimulai dari anak-anak yang gemar membaca. Mari kita wujudkan bersama, mulai dari sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar kita,"pungkas Shintya Putri Anawula Sudirman, Bunda Literasi Kota Kendari.










