Terkini, Kendari — Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus hidup dan relevan dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dalam gerakan literasi yang digerakkan oleh Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula.
Kartini tidak hanya dikenang sebagai simbol emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai inspirasi dalam membangun peradaban melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Bagi Shintya Putri Anawula, Kartini merupakan ikon perubahan melalui pendidikan.
Semangat memperjuangkan hak perempuan untuk belajar dan berpikir merdeka kini diterjemahkan dalam gerakan literasi yang mendorong masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, untuk gemar membaca, menulis, dan belajar sepanjang hayat.
“Semangat Kartini hari ini kita lanjutkan literasi. Membaca adalah pintu menuju perubahan, dan dari keluarga kita bisa membangun generasi yang cerdas dan berkarakter,” Shintya yang juga Ketua TP PKK Kota Kendari ini.
Kartini juga dimaknai sebagai simbol perempuan sebagai agen peradaban.
Dalam konteks ini, peran Bunda Literasi dinilai sangat strategis, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui pembiasaan membaca sejak dini, penyediaan ruang literasi, serta keteladanan dalam budaya belajar, Bunda Literasi turut mencetak generasi unggul.
Berbagai langkah konkret dilakukan untuk menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Salah satunya melalui pembiasaan membaca sejak dini dengan metode membaca nyaring (read aloud), mendongeng, serta penyediaan waktu khusus membaca di rumah.










