Terkini, Kendari — Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Lomba Perpustakaan dalam rangka Pekan Literasi Tahun 2026 sebagai langkah strategis meningkatkan minat baca dan memperkuat budaya literasi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, M. Akrim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pekan literasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi upaya nyata menghadirkan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat. Kami ingin budaya membaca tumbuh dari lingkungan terdekat, yakni kelurahan,” ujarnya.

Kegiatan lomba diawali dengan pemaparan teknik lomba dan sosialisasi persyaratan pada 10 April 2026.
Pendaftaran dibuka pada 14 April dan ditutup pada 17 April 2026, dengan menetapkan enam perpustakaan kelurahan terbaik untuk melaju ke tahap berikutnya.
Kepala Bidang Layanan, Otomasi, dan Kerja Sama Perpustakaan Kota Kendari, Sugianto, menambahkan bahwa lomba ini juga menjadi sarana evaluasi dan pembinaan bagi pengelolaan perpustakaan.
“Lomba ini menjadi ruang evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan serta memperluas akses literasi bagi masyarakat,” katanya.
Memasuki tahap penilaian, tim juri melakukan verifikasi lapangan pada 20 April 2026 dengan mengunjungi enam lokasi peserta, yakni Kelurahan Mokoau, Wua-Wua, Watulondo, Watu-Watu, Purirano, dan Abeli.

Penilaian dilakukan secara langsung terhadap kondisi, fasilitas, hingga inovasi layanan yang dikembangkan.
Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, menilai lomba ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan gerakan literasi berbasis masyarakat.
“Perpustakaan kelurahan harus menjadi ruang yang hidup, ramah, dan menarik, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda. Dari sinilah kebiasaan membaca dapat tumbuh,” ujarnya.
Verifikasi lapangan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dengan observasi menyeluruh guna memastikan penilaian berjalan objektif dan transparan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kendari berharap perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga berkembang menjadi pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat.










