Implementasi inovasi ini dilakukan secara bertahap dalam lima tahapan utama selama periode September hingga November 2025, meliputi penguatan dukungan kelembagaan, penyusunan SOP layanan digital, instalasi sistem, pelatihan SDM, serta peluncuran resmi oleh Wakil Wali Kota Kendari.
Selain itu, TPD juga mengusung pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas literasi, DPRD, serta sektor swasta guna memperkuat ekosistem literasi daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, M. Akrim Kording, ST., M.Si, menyebut inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat tata kelola berbasis data.
“Sistem ini memungkinkan pelaporan statistik dilakukan secara real-time dan akuntabel, sehingga mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan berbasis data,” katanya.
Ke depan, model Transformasi Perpustakaan Digital dirancang untuk direplikasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan sekolah di Kota Kendari. Inovasi ini juga berpotensi diadopsi oleh kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara.
Melalui inovasi ini, Pemerintah Kota Kendari menargetkan peningkatan jumlah anggota perpustakaan digital, penguatan literasi masyarakat, serta terwujudnya perpustakaan sebagai pusat literasi digital yang modern dan inklusif.










