Transformasi Perpustakaan Digital Ubah Wajah Layanan Perpustakaan Kota Kendari

Transformasi Perpustakaan Digital Ubah Wajah Layanan Perpustakaan Kota Kendari

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Kendari - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari menghadirkan inovasi Transformasi Perpustakaan Digital (TPD) sebagai langkah strategis dalam mendorong modernisasi layanan publik berbasis teknologi.

Program ini menjadi tonggak penting dalam perubahan layanan perpustakaan dari sistem manual menuju layanan digital yang terintegrasi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di era perkembangan teknologi serta peningkatan literasi.

Transformasi Perpustakaan Digital (TPD) merupakan hasil inovasi yang lahir dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kolaborasi lintas sektor.

Inovasi ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penerapan sistem otomasi perpustakaan berbasis INLISLite dan OPAC online, kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pustakawan.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Arniaty Daeng Kanang, selaku inisiator, menegaskan bahwa kekuatan utama inovasi ini terletak pada sinergi antarlembaga.

“Inovasi ini tidak hanya menghadirkan digitalisasi layanan, tetapi juga membangun model kolaborasi lintas OPD yang terstruktur, khususnya dengan Dinas Kominfo dalam penyediaan infrastruktur server,” ujarnya.

Sebelum inovasi ini diterapkan, layanan perpustakaan di Kota Kendari masih sepenuhnya dilakukan secara manual, mulai dari pendaftaran anggota, pencatatan peminjaman dan pengembalian buku, hingga katalogisasi koleksi menggunakan kartu fisik.

Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan dalam meningkatkan akses layanan, terutama bagi masyarakat yang telah terbiasa dengan sistem digital.

Melalui Transformasi Perpustakaan Digital, masyarakat kini dapat mengakses layanan perpustakaan secara daring, mulai dari pendaftaran anggota, penelusuran koleksi melalui OPAC, hingga layanan sirkulasi buku yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

“Dengan sistem ini, pemustaka tidak lagi harus datang langsung ke perpustakaan. Semua layanan dapat diakses dari mana saja secara digital,” jelasnya.