GEMA MOBASA Digencarkan di Kendari, Dorong Budaya Membaca Berbasis Inklusi Sosial

GEMA MOBASA Digencarkan di Kendari, Dorong Budaya Membaca Berbasis Inklusi Sosial

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

“Berdasarkan data BPS, tingkat kegemaran membaca nasional (TGM) tahun 2024 sudah mencapai 72,44 atau kategori tinggi. Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan posisi literasi Indonesia masih berada di 11 terbawah dari 81 negara,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun sekitar 90,17% masyarakat pernah membaca, namun tingkat kunjungan ke perpustakaan masih rendah, yakni hanya 11,91%.

Selain itu, rata-rata masyarakat Indonesia hanya menyelesaikan 5–9 buku per tahun dengan total waktu membaca sekitar 129 jam per tahun.

Data lainnya juga menunjukkan bahwa jenis bacaan masyarakat masih didominasi oleh kitab suci (75,80%), diikuti buku pengetahuan (23,20%), buku pelajaran (20,41%), dan koran (18,50%).

Lebih lanjut, laporan internasional seperti World’s Most Literate Nations (2016) dan UNESCO bahkan menempatkan Indonesia pada peringkat bawah dalam hal minat baca, dengan indeks hanya 0,001%.

Kondisi ini dinilai berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan survei Wisevoter tahun 2023, rata-rata IQ Indonesia berada di angka 78,49 dan menempati peringkat 126 dunia.

Selain itu, kata Akrim, kegiatan mendongeng juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak melalui nilai kejujuran, empati, dan moral secara menyenangkan.

Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Forum Anak Kota Kendari, serta komunitas literasi dan Gramedia Kendari.

"Ke depan, GEMA MOBASA diharapkan menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan dalam membudayakan gemar membaca di Kota Kendari," tandasnya.