Persentase kemiskinan tercatat sebesar 13,79 persen pada 2021, menurun menjadi 12,08 persen pada 2022, kemudian sempat meningkat menjadi 13,57 persen pada 2023. Namun, angka tersebut kembali menurun menjadi 13,51 persen pada 2024 dan 12,94 persen pada 2025.
Sementara itu, kemiskinan ekstrem berhasil ditekan drastis dari 3,65 persen pada 2021 menjadi hanya 1,21 persen pada 2025, yang menjadi salah satu indikator utama keberhasilan daerah.
Jumlah penduduk miskin tercatat fluktuatif, dari 21.360 jiwa pada 2021 menjadi 21.470 jiwa pada 2025. Adapun garis kemiskinan juga meningkat dari Rp506.969 pada 2021 menjadi Rp552.220 pada 2025.
Dukungan Anggaran dan Strategi Terintegrasi
Untuk mendukung program penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp94,06 miliar yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Alokasi terbesar berada pada sektor pendidikan sebesar Rp40,25 miliar, disusul sektor kesehatan Rp22,07 miliar, pekerjaan umum dan penataan ruang Rp10,45 miliar, serta sektor lainnya seperti perkebunan, peternakan, dan hortikultura.
Strategi yang diterapkan mencakup tiga fokus utama, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui bantuan sosial dan layanan dasar, meningkatkan pendapatan melalui pemberdayaan UMKM dan pelatihan kerja, serta mengurangi kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur.
Berbagai inovasi turut dijalankan, seperti pelatihan revitalisasi kakao, pelatihan alat berat, pengembangan UMKM, hingga program rehabilitasi rumah tidak layak huni berbasis swadaya masyarakat.
Apresiasi dan Indikator Keberhasilan
Tim verifikator dari Kemendagri memberikan apresiasi terhadap kelengkapan data, dokumen, serta capaian kinerja yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.
Penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem hingga 1,21 persen pada 2025 menjadi indikator keberhasilan yang paling menonjol dalam penilaian tersebut.
Masuknya Kolaka Utara dalam nominasi nasional ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis data, inovasi program, serta kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.










