Dr Syamsir Nur Dorong Pemerintah Manfaatkan PSBM untuk Peta Ekonomi Daerah

Dr Syamsir Nur Dorong Pemerintah Manfaatkan PSBM untuk Peta Ekonomi Daerah

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

“Kita berharap pemerintah daerah memberikan ruang kerja sama yang bisa dioptimalkan bersama, termasuk investasi yang bisa berjalan seiring dengan program pembangunan daerah,” katanya.

Dari Bahan Baku ke Industri Hilir

Selain pemetaan potensi ekonomi daerah, PSBM XXVI juga dinilai sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama antar daerah, terutama dalam membangun konektivitas ekonomi dan rantai pasok antar wilayah di Indonesia Timur.

Selama ini, banyak daerah di Sulawesi dikenal sebagai penghasil bahan baku seperti kakao, rumput laut, hasil perikanan, hingga komoditas pertambangan. Namun industri pengolahan justru banyak berkembang di luar daerah penghasil, sehingga nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati daerah lain.

Ke depan, kerja sama antar daerah diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada pengiriman bahan baku, tetapi juga pembangunan industri pengolahan di daerah asal komoditas agar daerah mendapatkan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

“Kalau Sulawesi punya potensi, selama ini hanya diambil bahan bakunya. Sekarang harusnya industri juga dibangun di sini. Jadi bukan hanya kirim bahan baku, tapi juga pengolahan dan industrinya ada di daerah,” jelas Sekretaris Kerukunan Masyarakat Bulukumba ini.

Konsep hilirisasi industri ini dinilai menjadi kunci pembangunan ekonomi daerah ke depan. Daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga menjadi pusat industri pengolahan, manufaktur, hingga distribusi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.

Transformasi Ekonomi Sulawesi

Lebih jauh, Dr. Syamsir Nur menekankan bahwa kerja sama ekonomi antar daerah ke depan tidak hanya berfokus pada sektor pertanian dan perikanan, tetapi harus mulai bertransformasi ke sektor industri pengolahan, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga digitalisasi ekonomi.

Dalam situasi ekonomi global yang penuh tantangan, kawasan Sulawesi dinilai memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik karena ditopang sektor pertanian, perikanan, serta sumber daya alam yang melimpah. Namun untuk meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi nasional, diperlukan transformasi ekonomi dari sektor primer ke sektor industri dan ekonomi berbasis teknologi.

“Kita di Sulawesi dikenal kuat di sektor pertanian dan perikanan. Nah sekarang kerja sama ini harus kita perluas ke industri pengolahan, ekonomi kreatif, bahkan digitalisasi,” ujarnya.

Saat ini, kontribusi ekonomi Sulawesi terhadap ekonomi nasional berada di kisaran 6–7 persen.