Terkini, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mengalihkan fokus ekspor dari sektor pertambangan ke komoditas pertanian dan perikanan sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam tidak terbarukan.
Langkah ini dilakukan karena struktur ekspor Sultra saat ini masih didominasi sektor pertambangan yang mencapai sekitar 98 persen dari total nilai ekspor daerah.
Kondisi tersebut dinilai membuat ekonomi daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas tambang di pasar internasional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sukanto Toding, mengatakan pemerintah mulai mendorong pengembangan komoditas unggulan yang lebih berkelanjutan seperti kakao, mete, rumput laut, produk perikanan olahan, serta berbagai produk pertanian lainnya.
“Kita perlu beralih ke komoditas unggulan yang lebih berkelanjutan seperti kakao, mete, rumput laut, produk hasil perikanan olahan, serta berbagai produk pertanian lainnya,” ujar Sukanto Toding, Rabu 25 Maret 2025.
Menurutnya, pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai tulang punggung ekspor baru tidak hanya memperkuat struktur ekonomi daerah, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan nilai tambah produk lokal agar mampu bersaing di pasar global, tidak hanya mengekspor bahan mentah tetapi juga produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pemerintah Provinsi Sultra juga terus mengembangkan infrastruktur pelabuhan di Kendari untuk memudahkan proses ekspor langsung ke pasar internasional tanpa harus melalui daerah lain.
“Dengan penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas produk, komoditas pertanian dan perikanan Sultra diharapkan bisa menjadi andalan ekspor baru daerah,” kata Sukanto.
Diversifikasi ekspor ini diharapkan mampu menciptakan struktur ekonomi Sulawesi Tenggara yang lebih kuat, berkelanjutan, dan tidak lagi bergantung pada sektor tambang semata.










