Wagub Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Perdamaian

Wagub Sultra Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Perdamaian

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Kemampuan Indonesia menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa menjadi bukti nyata kekuatan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Pidato tersebut juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi fondasi bagi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sekaligus menjadi landasan diplomasi yang mengedepankan musyawarah dan mufakat.

Generasi muda pun diajak untuk terus menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh elemen bangsa diingatkan agar memastikan setiap kebijakan dan tindakan senantiasa berlandaskan keadilan sosial, kemanusiaan, persatuan, serta toleransi.

"Saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan," tuturnya. .

"Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita," ujar Hugua saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Mengakhiri pidatonya, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Sulawesi Tenggara menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.