BMKG Prediksi Hujan Lebat di Delapan Wilayah Sultra, Warga Diminta Waspada

BMKG Prediksi Hujan Lebat di Delapan Wilayah Sultra, Warga Diminta Waspada

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Kendari — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat 10 April 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan kondisi cuaca tersebut berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Berdasarkan pemantauan terkini, terdapat delapan wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem,” ujarnya.

Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kota Kendari, Buton Utara, dan Buton.

Faizal menjelaskan, peningkatan curah hujan dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang melintasi wilayah Sulawesi Tenggara, yang mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

Selain itu, keberadaan shearline atau belokan angin di kawasan tersebut turut memperkuat potensi hujan. Kondisi ini menyebabkan perlambatan dan penumpukan massa udara yang memicu pembentukan awan konvektif.

“Situasi ini diperkuat oleh suhu permukaan laut di sekitar Sultra yang masih hangat dengan anomali positif, sehingga meningkatkan penguapan dan suplai udara basah di lapisan bawah atmosfer,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat labilitas atmosfer yang cukup kuat pada skala lokal juga menjadi faktor pendukung terbentuknya awan hujan intens.

Kombinasi berbagai faktor tersebut, lanjutnya, secara kolektif meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat di wilayah yang dikenal sebagai “Bumi Anoa”.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan memperbarui informasi cuaca secara berkala guna mendukung keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat,”tandasnnya