Terkini, Kendari — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlaku pada periode 3 hingga 9 April 2026.
Masyarakat di sejumlah wilayah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Dalam keterangan resmi BMKG, disebutkan bahwa kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara dipengaruhi oleh fenomena shearline atau perlambatan massa udara di sekitar wilayah tersebut.
Fenomena ini menyebabkan penumpukan massa udara yang berpotensi membentuk awan hujan dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu permukaan laut yang relatif hangat serta kelembapan udara yang tinggi pada lapisan atmosfer bagian bawah.
Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Sugeng Widarko menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung terjadinya peningkatan curah hujan di Sultra dalam beberapa hari ke depan.
“Adanya shearline di wilayah Sulawesi Tenggara yang didukung suhu muka laut hangat dan kelembapan udara tinggi menyebabkan pertumbuhan awan hujan cukup signifikan. Karena itu masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Sugeng dalam keterangan resmi BMKG.
BMKG merinci potensi wilayah terdampak hujan selama periode peringatan dini tersebut. Pada 3–4 April 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kolaka, Kolaka Utara, Muna, dan Muna Barat.
Kemudian pada 5–6 April 2026, potensi hujan meluas ke wilayah Konawe Utara, Konawe, Kolaka Timur, serta masih mencakup Kolaka dan Kolaka Utara.










