AHM Edukasi 486.739 Masyarakat Sepanjang Semester I 2026, Perkuat Budaya Keselamatan Berkendara Sejak Dini

AHM Edukasi 486.739 Masyarakat Sepanjang Semester I 2026, Perkuat Budaya Keselamatan Berkendara Sejak Dini

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) terus memperluas edukasi keselamatan berkendara sebagai bagian dari komitmennya membangun budaya tertib berlalu lintas di Indonesia.

Sepanjang Semester I 2026, AHM bersama jaringan Main Dealer sepeda motor Honda berhasil mengedukasi sebanyak 486.739 masyarakat dari berbagai kelompok usia dan profesi melalui program safety riding yang dilaksanakan di berbagai daerah.

Program edukasi tersebut menjangkau 10.341 anak usia prasekolah, 146.173 pelajar, 150.307 pekerja, dan 179.918 masyarakat umum.

Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok, AHM berupaya menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara sejak dini hingga usia produktif.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan pembentukan budaya keselamatan tidak dapat dimulai ketika seseorang telah menjadi pengendara kendaraan bermotor.

Menurutnya, nilai-nilai keselamatan harus diperkenalkan sejak usia dini agar tumbuh menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas.

"Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan beraktivitas dengan aman. Melalui edukasi keselamatan sejak usia dini, kami ingin menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi bagian dari karakter mereka hingga dewasa. Bagi kami, membangun budaya keselamatan bukan hanya melahirkan pengguna jalan yang lebih tertib, tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan bangsa melalui generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain," ujar Andy Wijaya.

Menurut Andy, keberhasilan membangun budaya keselamatan memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga dunia usaha. Sinergi tersebut dinilai penting agar pesan keselamatan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, AHM memastikan akan terus memperluas jangkauan program edukasi safety riding kepada berbagai kalangan masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus melahirkan generasi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui program edukasi yang berkelanjutan, AHM menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam menciptakan budaya keselamatan berkendara yang semakin kuat di Indonesia, sejalan dengan upaya mewujudkan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.