Pembaruan paling signifikan hadir pada sektor performa melalui penggunaan mesin diesel 2.8L 2GD yang menghasilkan tenaga sekitar 201 PS dan torsi 500 Nm.
Mesin baru tersebut diklaim mampu memberikan akselerasi yang lebih responsif sekaligus mendukung operasional di medan berat yang banyak dijumpai di wilayah Sulawesi.
Selain peningkatan performa, New Hilux tampil lebih modern melalui konsep desain High Riser dengan grille dan bumper baru yang memberikan kesan lebih kokoh sekaligus elegan.
Toyota juga tetap menyediakan pilihan Double Cabin untuk kebutuhan operasional dan aktivitas pribadi, serta Single Cabin yang dirancang sebagai kendaraan angkut barang guna mendukung produktivitas pelaku usaha.
Tak hanya berfokus pada kendaraan bermesin konvensional, Toyota turut memperkenalkan arah pengembangan Hilux berbasis elektrifikasi melalui New Hilux Battery Electric Vehicle (BEV).
Model kendaraan komersial listrik tersebut akan dibekali dua motor listrik dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 59 kWh sebagai bagian dari strategi Toyota Multi Pathway Mobility dalam mendukung target carbon neutrality dan net zero emission.
"Kehadiran Hilux BEV merupakan bagian dari komitmen Toyota menghadirkan pilihan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan," ujar Helen.
Melalui peluncuran New Hilux Generasi ke-9, Toyota berharap kendaraan tersebut dapat menjadi mitra mobilitas yang andal bagi pelanggan, baik untuk kebutuhan bisnis, operasional perusahaan, maupun penggunaan pribadi.
"Kami ingin New Hilux memberikan peace of mind, meningkatkan produktivitas pelanggan, serta menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan mobilitas yang lebih baik," tutup Helen Sinatraz.









