Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, melalui sambutan yang dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Kendari, La Ode Abdul Manas Salihin, menyampaikan bahwa lomba bertutur memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi di kalangan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melatih kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mengasah imajinasi, keberanian, dan kreativitas anak-anak dalam menyampaikan pesan-pesan inspiratif.
“Lomba bertutur bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan wadah penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya literasi, khususnya dalam membaca dan memahami cerita rakyat serta kearifan lokal,” kata La Ode Abdul Manas Salihin saat membacakan sambutan Wali Kota Kendari.

Ia menambahkan, budaya bertutur merupakan bagian dari warisan bangsa yang mengandung nilai moral, pendidikan karakter, serta identitas budaya yang harus dijaga bersama.
Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan literasi seperti lomba bertutur sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan wakil terbaik Kota Kendari yang nantinya mampu berprestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara hingga nasional,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, lomba berlangsung selama empat hari mulai 20 hingga 22 Mei 2026, diawali dengan technical meeting pada 19 Mei 2026.

Dewan juri terdiri dari Bunda Literasi Kota Kendari, perwakilan komunitas literasi, serta akademisi dan penggiat literasi.
Panitia juga menyiapkan hadiah bagi enam pemenang dengan total nilai Rp16,5 juta lengkap dengan piagam dan piala. Juara pertama nantinya akan mewakili Kota Kendari pada ajang Lomba Bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.










