Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, melalui sambutan yang dibacakan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Kendari, La Ode Abdul Manas Salihin, menyampaikan bahwa lomba bertutur bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya literasi dan kearifan lokal.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar berbicara di depan umum, tetapi juga mengasah imajinasi, keberanian, serta kemampuan menyampaikan pesan secara kreatif dan inspiratif,” katanya.
Ia menilai budaya bertutur merupakan bagian dari warisan bangsa yang harus dijaga bersama karena mengandung nilai moral, pendidikan karakter, serta identitas budaya yang penting bagi pembangunan generasi masa depan.
Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan literasi seperti lomba bertutur sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak.
“Ini sejalan dengan komitmen kita untuk menciptakan generasi Kendari yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.
Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Kendari Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Mei 2026. Dewan juri berasal dari unsur Bunda Literasi Kota Kendari, komunitas literasi, akademisi, serta penggiat literasi.
Selain piagam dan piala, panitia juga menyiapkan hadiah total senilai Rp16,5 juta bagi enam pemenang terbaik. Juara pertama akan menjadi wakil Kota Kendari pada ajang Lomba Bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.










