Terkini, Kendari — Rangkaian kegiatan “Harmoni Sultra 2026” dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara resmi bergulir dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 April 2026.
Kegiatan yang melibatkan seluruh perangkat daerah ini menghadirkan beragam agenda budaya, olahraga, hingga hiburan masyarakat yang tersebar di sejumlah titik di Kota Kendari dan sekitarnya.
Pada hari pertama, Jumat (24/4/2026), kegiatan dipusatkan di kawasan Eks MTQ Kendari dengan agenda pawai budaya pukul 14.00 WITA, dilanjutkan lulo massal pukul 16.00 WITA, serta pembukaan resmi Harmoni Sultra pada pukul 19.00 WITA.
Memasuki hari kedua, Sabtu (25/4/2026), kegiatan diawali dengan gerakan sepeda hemat BBM di Gerbang Toronipa sejak pukul 06.00 WITA. Selanjutnya, Festival Bokori yang digelar di Pulau Bokori menghadirkan lomba masak yang melibatkan TP PKK dan Bank Indonesia pada pukul 09.00 WITA. Malam harinya, masyarakat dapat mengikuti undian Banghoki di kawasan Eks MTQ pada pukul 19.00 WITA.
Pada Minggu (26/4/2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Gebyar BKMT di depan Kantor Wali Kota Kendari pukul 07.00 WITA, disusul lomba senam Anak Indonesia Hebat pukul 07.30 WITA. Pada malam hari, agenda gala dinner berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur pukul 19.00 WITA, serta lomba lagu bupati/wali kota di Eks MTQ pada pukul 20.00 WITA.
Rangkaian kegiatan akan ditutup pada Senin (27/4/2026) melalui upacara di kawasan STQ Kendari pukul 07.30 WITA, serta penutupan resmi Harmoni Sultra di Eks MTQ pada pukul 19.00 WITA.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumange Rukka berharap perayaan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat harmoni dan kebersamaan terus terjaga serta mampu mendorong Sulawesi Tenggara menjadi daerah yang lebih produktif dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga berharap partisipasi aktif dari seluruh kabupaten/kota juga mencerminkan komitmen bersama dalam melestarikan budaya daerah serta memperkuat sinergi antarwilayah dalam pembangunan di Sulawesi Tenggara.










