Lebih dari sekadar perayaan, Harmoni Sultra 2026 menjadi etalase kekuatan daerah. Hal ini disampaikan Badri Munir Sukoco yang menilai kegiatan tersebut sebagai representasi nyata potensi ekonomi dan budaya Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, kehadiran zona halal UMKM, pameran produk lokal, hingga pertunjukan seni budaya menunjukkan bahwa Sultra memiliki fondasi kuat dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Bahkan, kolaborasi dengan TNI dan Polri melalui atraksi dirgantara dinilai memperkuat karakter kebangsaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan progres pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Konawe Selatan yang telah mencapai sekitar 20 persen.
Sekolah ini merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk mencetak talenta unggul di bidang sains dan teknologi, dengan target mulai beroperasi pada Juli 2026.
“Kami berharap kehadiran SMA Unggul Garuda dapat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi putra-putri Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Momentum HUT ke-62 ini diharapkan menjadi titik tolak bagi Sulawesi Tenggara untuk terus melangkah sebagai daerah yang harmonis, maju, dan sejahtera.
Di tengah geliat budaya dan ekonomi kreatif yang ditampilkan, Harmoni Sultra 2026 membawa pesan kuat: pembangunan daerah bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang identitas, kolaborasi, dan harapan masa depan.
“Semoga di usia ke-62 ini, Sulawesi Tenggara semakin harmonis, semakin sejahtera, dan semakin memberikan dampak bagi Ibu Pertiwi. Dirgahayu Sulawesi Tenggara,” tutupnya.










