Desa Lontoi Siap Gelar Festival Tenun Buton Selatan, Dorong Pelestarian Budaya

Desa Lontoi Siap Gelar Festival Tenun Buton Selatan, Dorong Pelestarian Budaya

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Buton Selatan — Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan dari Desa Lontoi, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan.

Festival Tenun Buton Selatan tengah dipersiapkan sebagai ajang berskala nasional yang diharapkan mampu mengangkat potensi budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Penggagas kegiatan, Rizkiani, menyampaikan bahwa Desa Lontoi siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, program Dana Indonesiana, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Persiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan musyawarah bersama pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat sebagai bentuk komitmen kolektif dalam menyukseskan kegiatan budaya tersebut.

Angkat Tenun Lokal ke Panggung Nasional

Rizkiani menegaskan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga momentum strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan tenun khas Buton Selatan.

“Kami ingin menjadikan Siompu sebagai pusat wisata kampung tenun di Buton Selatan. Tidak hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga sebagai ruang edukasi, promosi, dan kolaborasi budaya, sekaligus basis ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Festival ini dirancang menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran tenun, seminar, diskusi budaya, hingga pertunjukan seni tradisional.

Selain itu, generasi muda juga akan dilibatkan dalam proses kreatif guna memastikan keberlanjutan warisan budaya lokal.

Dorong Ekonomi Berbasis Budaya

Lebih lanjut, Rizkiani menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan festival.

Warga Desa Lontoi saat ini mulai melakukan berbagai persiapan, seperti peningkatan kapasitas pengrajin, pembenahan infrastruktur sederhana, serta pengembangan konsep desa wisata berbasis budaya.

“Ini bukan hanya tentang festival, tetapi bagaimana kita membangun kebanggaan terhadap identitas budaya sendiri dan menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Festival Tenun Buton Selatan diharapkan mampu menjadi jembatan antara pelaku budaya lokal dengan pasar nasional hingga internasional, sekaligus memperkuat posisi Siompu sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Sulawesi Tenggara.