Terkini, Kendari — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menghadirkan kegiatan Harmoni Sultra sebagai momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor pariwisata, meski dilaksanakan dengan anggaran yang efisien.
Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra ke-62 tahun, kegiatan ini tetap digelar meriah dengan konsep kolaboratif dan pengelolaan anggaran yang optimal tanpa mengurangi kualitas acara.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr M Ridwan Badallah, S.Pd., MM menyebutkan, total anggaran kegiatan dijaga agar tidak melebihi Rp2 miliar.
Angka ini kata dia dinilai jauh lebih efisien dibandingkan sejumlah daerah lain yang mengalokasikan anggaran hingga Rp4 miliar untuk kegiatan serupa.
“Bapak Gubernur mengarahkan agar kegiatan ini dilaksanakan dengan penganggaran seefisien mungkin. Meski anggaran tidak mencapai Rp2 miliar, kegiatan tetap bisa berjalan maksimal,” ujar Ridwan saat dihubungi kendari.terkini.id, Sabtu 11 April 2026 malam.
Meski dengan keterbatasan anggaran, Harmoni Sultra tetap dirancang sebagai event berskala besar melalui kolaborasi lintas sektor. Sejumlah pihak terlibat, di antaranya TNI AU, Bank Indonesia, serta berbagai instansi lainnya.
“Kami berkolaborasi dengan berbagai lembaga seperti TNI AU dan Bank Indonesia, sehingga kegiatan ini tetap menjadi agenda besar yang memberikan dampak luas,” lanjutnya.
Salah satu agenda utama adalah pameran pembangunan dan potensi daerah yang digelar pada 24 hingga 28 Agustus.
Pameran ini kata dia menghadirkan puluhan stan yang menampilkan produk UMKM, inovasi daerah, serta program unggulan pemerintah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM sekaligus menarik minat wisatawan untuk mengenal potensi Sulawesi Tenggara lebih luas.
Selain pameran, berbagai rangkaian acara turut memeriahkan Harmoni Sultra, mulai dari pawai budaya, lulo massal, hingga atraksi dirgantara seperti flypass pesawat tempur dan demonstrasi terjun bebas.
Tak hanya itu, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai lomba, festival, kegiatan sosial, serta hiburan seperti drama musikal kolosal dan penampilan artis lokal maupun nasional.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah optimistis Harmoni Sultra tidak hanya menjadi ajang perayaan tahunan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi daerah, memperkuat sektor pariwisata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.










