Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, BPBD Sultra Gencarkan KIE 2026

Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, BPBD Sultra Gencarkan KIE 2026

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Kendari — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara menggencarkan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kebencanaan tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana, khususnya hidrometeorologi.

Kegiatan yang digelar di Kendari pada Selasa (22/4/2026) ini difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam merespons situasi darurat melalui edukasi komprehensif dan simulasi lapangan.

Forum tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, relawan kebencanaan, hingga perwakilan masyarakat.

Materi yang diberikan mencakup mitigasi bencana, sistem tanggap darurat, hingga mekanisme rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kepala BPBD Sulawesi Tenggara, La Ode Saifuddin , menegaskan bahwa edukasi publik merupakan pilar utama dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Ia menyebut, wilayah Sulawesi Tenggara memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang ekstrem.

“Data kebencanaan menunjukkan tren peningkatan kejadian dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pendekatan edukatif seperti KIE harus diperkuat agar masyarakat tidak hanya reaktif, tetapi juga siap secara preventif,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara nasional bencana hidrometeorologi masih mendominasi lebih dari 90 persen total kejadian.

Kondisi ini diperburuk oleh degradasi lingkungan, alih fungsi lahan, serta rendahnya kesadaran mitigasi di tingkat komunitas.

Melalui KIE 2026, BPBD Sultra mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari aparatur sipil negara, pelajar, komunitas lokal, hingga pelaku usaha.