Selain itu, kekerasan berbasis gender serta budaya patriarki juga masih menjadi hambatan dalam mendorong perempuan tampil sebagai pemimpin.

“Perempuan sering berada pada posisi yang tidak mudah. Mereka harus bekerja, tetapi juga tetap mengurus keluarga. Belum lagi masih adanya kekerasan berbasis gender dan kemiskinan ekstrem yang banyak dirasakan perempuan,” tambahnya.
Di tengah kondisi tersebut, ia mengajak perempuan untuk tetap kuat dan percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Perempuan harus tangguh, menghargai dirinya sendiri, dan berani mengejar impian. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar untuk bangkit dan menjadi lebih baik,” pesannya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pengembangan UMKM dan kerajinan lokal sebagai bagian dari pemberdayaan perempuan.
Inovasi desain serta pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pengembangan UMKM kerajinan lokal adalah kunci melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutupnya.










