Terkini, Kolaka Utara — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara resmi masuk dalam nominasi nasional sebagai daerah dengan kinerja terbaik tahun 2025 dalam pelaksanaan program pencegahan dan penurunan stunting serta pengentasan kemiskinan.
Penilaian tersebut dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri RI melalui tahapan verifikasi, validasi, dan konfirmasi yang digelar secara virtual, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan berlangsung melalui Zoom Meeting di Aula Kantor Bappeda Kolaka Utara sebagai tindak lanjut dari surat Kemendagri Nomor 400.5.3/2792/Bangda. Dalam forum tersebut, pemerintah daerah memaparkan berbagai capaian kinerja yang menjadi indikator utama dalam proses penilaian nasional.
Materi paparan Bupati Kolaka Utara disampaikan oleh Asisten I Setda, Ihwan, yang menegaskan bahwa seluruh program dirancang berbasis data dan difokuskan pada kelompok sasaran prioritas.
“Seluruh program dirancang berbasis data dan difokuskan pada sasaran prioritas agar hasilnya terukur dan berkelanjutan,” ujar Ihwan.
Penurunan Stunting Tunjukkan Tren Positif
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting di Kolaka Utara menunjukkan tren fluktuatif namun cenderung menurun.
Pada 2021, angka stunting tercatat sebesar 29,1 persen dan turun menjadi 24,8 persen pada 2022. Meski sempat meningkat menjadi 31,8 persen pada 2023, angka tersebut kembali turun signifikan menjadi 23,6 persen pada 2024.
Penurunan ini didorong oleh berbagai intervensi strategis, di antaranya pemberian susu bagi ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), pendampingan keluarga berisiko stunting, penyediaan akses air minum aman melalui program SPAM, serta pembiayaan BPJS bagi masyarakat kurang mampu.
Pemerintah daerah juga menghadirkan sejumlah inovasi unggulan seperti Sedekah Genting untuk bantuan nutrisi balita stunting, Banting Pasukan guna meningkatkan nafsu makan anak, serta layanan Mobil Stunting yang menjangkau langsung masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Kemiskinan Ekstrem Berhasil Ditekan
Di sektor pengentasan kemiskinan, Kolaka Utara mencatat capaian yang cukup signifikan, terutama dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.










