Berdasarkan kebijakan terbaru, penutupan sementara Pelabuhan Bajoe yang sebelumnya direncanakan pada April 2026 kini dijadwalkan ulang pada 1 Mei hingga 1 Juli 2026.
Selama periode tersebut, seluruh layanan penyeberangan Bajoe–Kolaka dialihkan ke lintasan Siwa–Kolaka dan Kolaka–Siwa.
ASDP memastikan operasional pada lintasan pengganti tetap mengedepankan aspek keselamatan, termasuk pengaturan jenis kendaraan yang dapat dilayani sesuai kapasitas pelabuhan alternatif.
Lebih lanjut, ASDP mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, operator transportasi, hingga masyarakat untuk mendukung kebijakan ini melalui sosialisasi yang luas dan efektif.
“Kami mengharapkan dukungan semua pihak agar informasi ini tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, sehingga proses transisi layanan dapat berjalan lancar,” kata Anom.
ASDP juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan penyeberangan nasional melalui pengembangan infrastruktur yang lebih modern dan andal.
Penyesuaian operasional ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi layanan serta memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.










