Mulai 10 April 2016, Penyeberangan Bajoe-Kolaka Sementara Lewat Siwa

Mulai 10 April 2016, Penyeberangan Bajoe-Kolaka Sementara Lewat Siwa

Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Bone - Rencana pengalihan sementara layanan penyeberangan lintasan Bajoe–Kolaka resmi diundur dan akan mulai diberlakukan pada 10 April hingga 1 Juni 2026.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian operasional menyusul proses perbaikan fasilitas movable bridge di Dermaga 1 Pelabuhan Bajoe.

Pengalihan sementara ini dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional kapal serta kelancaran layanan penyeberangan selama proses perbaikan infrastruktur pelabuhan berlangsung.

Perbaikan movable bridge diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan cukup panjang sehingga diperlukan penyesuaian operasional lintasan penyeberangan.

Selama masa perbaikan berlangsung, layanan penyeberangan lintasan Bajoe–Kolaka akan dialihkan sementara ke lintasan Siwa–Kolaka.

Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga konektivitas transportasi laut antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara serta memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan.

Sejumlah armada kapal telah disiapkan untuk melayani lintasan pengalihan tersebut, yakni KMP Mishima, KMP Fais, KMP Masagena, KMP Raja Dilaut, KMP Kota Bumi, dan KMP Permata NST. Armada tersebut akan beroperasi selama masa pengalihan lintasan penyeberangan.

Selain pengalihan lintasan, selama masa operasional di lintasan Siwa–Kolaka juga diberlakukan pembatasan kendaraan dengan berat maksimal 30 ton guna menjaga keselamatan operasional kapal dan fasilitas pelabuhan.

Pihak operator penyeberangan mengimbau masyarakat pengguna jasa untuk memperhatikan perubahan jadwal dan rute penyeberangan serta menyesuaikan rencana perjalanan selama masa pengalihan berlangsung agar perjalanan tetap berjalan lancar.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, menjelaskan bahwa pengalihan lintasan dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan dan pelayanan penyeberangan.

“Pengalihan sementara lintasan Bajoe–Kolaka dilakukan karena adanya perbaikan movable bridge di Pelabuhan Bajoe. Selama proses perbaikan berlangsung, layanan dialihkan melalui lintasan Siwa–Kolaka agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengalihan lintasan ini bersifat sementara dan layanan penyeberangan Bajoe–Kolaka akan kembali normal setelah proses perbaikan selesai.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk memperhatikan jadwal dan ketentuan yang berlaku, termasuk pembatasan muatan kendaraan demi keselamatan bersama dan kelancaran operasional penyeberangan,”imbuhnya.

Pengalihan lintasan ini direncanakan berlangsung hingga 1 Juni 2026, atau menyesuaikan dengan progres penyelesaian perbaikan movable bridge di Pelabuhan Bajoe.