Dibalik Covid-19 Pemerintah Sulawesi Tenggara Pura-Pura Peduli

Menolak Tetap di Rumah, Apakah Saya Bodoh, Egois dan Tidak Patuh Perintah ?
Iksan Binsar (Koleksi Kendari Terkini)

Terkini.id, Kendari – Virus Corona (Covid-19) saat ini menjadi perbincangan utama diberbagai Negara, tidak terkecuali di Indonesia. Bagaimana tidak, sejak ditetapkan sebagai Pandemi oleh Direktorat Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Corona telah menjangkit jutaan orang dan menghilangkan puluhan nyawa. Sehingga pemerintah harus mengeluarkan himbauan dan aturan untuk mengurangi aktifitas masyarakat di luar rumah mulai dari meliburkan sekolah, meliburkan aktifitas perkuliahan hingga sampai meliburkan instansi pemerintah/swasta pusat maupun daerah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Di Indonesia sendiri, jumlah pasien positif Covid-19 telah bertambah hingga mencapai 60 orang dengan total orang yang dinyatakan terinfeksi virus Corona menjadi 369 orang (BNPB RI, 2020) dan kemungkinan akan terus bertambah. Sedangkan di Sulawesi Tenggara sendiri terdapat 3 kasus pasien positif Covid-19 (Satgas Penanganan Covid-19 Sultra, 2020).

Beberapa antisipasi dan pencegahan telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengantisipasi dan mengurangi potensi penyebaran Covid-19. Namun demikian, menurut penulis, Pemerintah Sulawesi Tenggara saat ini hanya memanfaatkan momen tersebut untuk berpura-pura menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat.

Pura-Pura Peduli…? Ya…!

Jika pemerintah memang benar-benar peduli, tidak mungkin Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina akan sampai di Kendari pada hari Minggu (15/03/2020), dalam situasi seperti ini. Tentu merupakan suatu kewajiban oleh Pemprov. Sultra mengetahui kedatangan para TKA tersebut dengan untuk tujuan melindungi masyarakatnya.

Baca juga:

Tidak hanya sampai disitu, yang membuat penulis yakin bahwa apa yang di lakukan Pemprov. saat ini hanya sebatas pencitraan adalah aktivitas dari perusahaan terbesar yang ada di Sultra tidak tersentuh sama sekali dengan adanya kebijakan yang di keluarkan Pemprov. Sultra tentang pengurangan aktivitas masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan informasi bahwa, dalam situasi masyakarat Indonesia termasuk di Sultra yang tidak dalam keadaan biasa-biasa saja, para buruh atau karyawan yang sedang bekerja pada perusahaan terbesar di Sultra yakni PT. VDNI (Virtue Dragon Nikel Industry) harus melakukan pekerjaan atau aktivitas seperti biasanya (normal). Padahal Pemprov. telah mengeluarkan himbauan atau kebijakan dalam mengurangi aktivitas masyarakat seperti meliburkan sekolah, aktifitas perkuliahan, instansi pemerintah/swasta, tempat hiburan dll., namun kebijakan itu tidak berlaku oleh para pekerja yang ada di PT. VDNI dan anehnya jangankan untuk meliburkan para buruh atau pekerja dalam perusahaan VDNI, mengurangi jam kerja semenit pun tidak di lakukan oleh perusahaan, padahal dalam mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19 dapat dilakukan dengan meningkatkan ketahanan daya tubuh dan itu dapat di peroleh dengan istirahat yang cukup oleh setiap pekerja atau masyakarat.

Berdasarkan uraian diatas, penulis menilai apa yang di lakukan oleh Pemerintah Provinsi hanya sebagai pencitraan belaka, dan jika tidak benar demikian maka tentunya Pemprov. akan melakukan sesuatu untuk mengurangi aktifitas atau jam kerja di perusahaan terbesar di Sultra.

Penulis : Iksan Binsar

(Menteri Sosial dan Politik, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo)

Komentar

Rekomendasi

Pandemi Memperlihatkan Bagian Terlemah Pendidikan Kita

Perpres Nomor 64 Tahun 2020, Negara Seperti Ingin Berbisnis dengan Rakyat

Cross Media Strategy: Offline Media Berdampak Online

Pemerintah Tabrak Aturan Mulai dari Undang-Undang Lingkungan sampai Dengan Aturan PSBB

Eksterior Buruh di Musim Pendemik COVID-19

Milenial Berbasis Keilmuwan dan Teknologi

Mengentaskan Ketidakadilan Terhadap Kaum Perempuan Sesuai Perjuangan RA Kartini

Dinsos, Membincang Covid-19 dan Instruksi Walikota Kendari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar