“Partisipasi para delegasi dalam menanam pohon hari ini menjadi simbol persahabatan global dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan bumi,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat dan Pemerintah Kota Kendari dalam menyambut para tamu internasional.
Ia menyebut aksi penanaman pohon telah menjadi tradisi dalam setiap kegiatan UCLG ASPAC sebagai pengingat bahwa pembangunan kota harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Kita datang menggunakan penerbangan yang menghasilkan emisi karbon. Karena itu, menanam pohon menjadi pesan bahwa kita peduli terhadap lingkungan dan masa depan planet ini,” ujar Bernadia.
Menurutnya, ruang terbuka hijau di berbagai kota saat ini terus berkurang akibat pertumbuhan urbanisasi. Karena itu, seluruh pemerintah daerah perlu memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Bernadia juga menilai Kota Kendari memiliki perkembangan yang cukup pesat dan berpotensi menjadi salah satu kota hijau di kawasan Asia Pasifik.
Kegiatan penghijauan tersebut berlangsung penuh keakraban. Para delegasi tampak saling berinteraksi sambil menanam pohon bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat yang hadir.
Melalui aksi tersebut, UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari tidak hanya menjadi forum diplomasi antar kota, tetapi juga membawa pesan penting tentang kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan iklim, dan masa depan pembangunan perkotaan yang lebih hijau.










