Terkini, Kendari — Program revitalisasi Bahasa Tolaki di Provinsi Sulawesi Tenggara terus diperkuat melalui pelatihan peningkatan kompetensi guru utama yang digelar di Aula Garuda BPMP Sultra, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga 20 April 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, Kepala BPMP Sultra, serta Sekretaris Umum DPP Lembaga Adat Tolaki, Basrin Melamba.
Sebanyak 35 guru dari enam kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara mengikuti pelatihan ini. Mereka dibekali metode pengajaran bahasa daerah yang berkelanjutan dan inovatif guna menarik minat peserta didik.
“Dalam tiga tahun pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah, kami telah memberikan pelatihan kepada 722 guru,” ujar Dewi Pridayanti.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi strategi utama dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah tantangan globalisasi.
Sementara itu, Basrin Melamba menekankan bahwa bahasa memiliki peran penting sebagai identitas dan fondasi kebudayaan masyarakat Tolaki.
“Bahasa adalah fondasi utama adat istiadat dan identitas kita. Kehilangan bahasa sama halnya dengan kehilangan jati diri peradaban Suku Tolaki,” tegasnya.
Lembaga Adat Tolaki juga mengapresiasi langkah Balai Bahasa Sultra dalam menginisiasi program revitalisasi sebagai upaya konkret pelestarian budaya lokal.
Sekda Sultra, Asrun Lio, menyatakan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup dan relevan di tengah generasi muda,” ujarnya.
Usai memberikan arahan, Asrun Lio secara simbolis membuka kegiatan, menandai dimulainya rangkaian pelatihan guru utama dalam program revitalisasi Bahasa Tolaki tahun 2026.










