Terkini, Kendari — Di tengah tantangan rendahnya minat baca anak, kegiatan GEMA MOBASA (Gerakan Bersama Gemar Membaca Berbasis Inklusi Sosial) digelar di SDN 52 Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (15/4/2026), sebagai langkah konkret menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, menegaskan bahwa penguatan literasi tidak cukup dilakukan di sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Hari ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah langkah kecil yang membawa harapan besar, lahirnya generasi yang cinta membaca dan mampu mengubah masa depan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, M.Akrim Kurding, Kepala Bidang Pengembangan Perpusatakaan dan Pembudidayaan Minat Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Arniaty Daeng Kanang, Camat Wua-Wua, Bunda Literasi Kecamatan Wua-Wua, tenaga pendidik, pegiat literasi, komunitas Kampung Mendongeng, Forum anak kota Kendari, Dikbud kota Kendari dan sekertaris kecamatan Wua-wua.
Menurut Shintya yang juga Ketua PKK Kota Kendari ini, membaca bukan hanya aktivitas akademik, melainkan fondasi penting dalam membentuk karakter dan pola pikir anak.

“Membaca adalah jembatan menuju mimpi. Dari buku, anak-anak belajar tentang kehidupan, nilai, dan cita-cita,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan literasi saat ini tidak hanya terkait ketersediaan buku, tetapi juga kebiasaan dan teladan di lingkungan keluarga.
“Anak-anak tidak hanya butuh fasilitas, tetapi juga teladan. Ketika mereka melihat orang tuanya membaca, mereka akan meniru. Membaca harus menjadi kebahagiaan, bukan kewajiban,” tegasnya.
Melalui GEMA MOBASA, pemerintah daerah bersama pegiat literasi mendorong gerakan membaca berbasis inklusi sosial yang dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah, dan diperluas ke masyarakat.

Selain itu, ia mengapresiasi para guru dan komunitas literasi yang dinilai sebagai penggerak utama dalam membangun ekosistem literasi di lapangan.
Kepada para siswa, ia berpesan agar terus bermimpi dan menjadikan buku sebagai sahabat dalam perjalanan meraih cita-cita.
“Jangan pernah berhenti bermimpi. Buku adalah sahabatmu, di dalamnya ada jutaan inspirasi yang akan membawamu melangkah lebih jauh,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu membangun budaya membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
GEMA MOBASA di SDN 52 Kendari pun resmi dibuka dengan harapan menjadi titik awal penguatan literasi yang lebih luas di Kota Kendari.










